Allah
menciptakan manusia pertama yakni Adam dan memintanya untuk memberi nama
bintang-bintang. Dari sinilah Adam melihat dan memperhatikan bahwa semua
bintang dilangit memiliki pasangan, “tetapi manusia tidak ditemukan penolong
sebagai pelengkap hidupnya”. Maka Allah membuat Adam tertidur nyenyak,
mengambil tulang rusuknya dan menciptakan wanita. Jadi, perkawinan adalah
karunia dari Yehuwa.
Ribuan tahun kemudian, Yesus mengulangi apa yang Yehuwa katakan di taman
Eden “seorang pria akan meninggalakan bapak dan ibunya dan akan berpaut pada
istrinya,dan keduanya akan menjadi satu daging”
Karena Allah mengambil tulang rusuk Adam dan menciptakan wanita pertama,
pasangan itu pasti akan menyadari bahwa hubungan mereka sangat dekat. Yehuwa
tidak pernah menginginkan perceraian dan tidak menginginkan dari salah satu
memiliki pasangan hidup lebih dari satu dalam waktu yang bersamaan.
·
Perkawinan
dari zaman Adam sampai Air bah
Sebelum Adam dan Hawa meninggal mereka memiliki anak. Lalu putra
sulungnya bernama kain menikahi wanita yang kerabat dengannya. Lamekh,
keturunan dari kain adalah pria pertama yang di sebut dalam Alkitab yang punya
dua istri. Alkitab mengatakan bahwa pada zaman nuh “putra-putra dari Allah yang
benar mulai memperhatikan bahwa anak-anak perempuan dari wanita itu elok
parasnya, lalu mereka memilih istri-istri semua sesuai dengan yang mereka
pilih”. Tetapi perbuatan yang tidak wajar, mereka menghasilkan keturunan yang
jahat dan bertubuh raksasa, yang di sebut nefilim. Yehuwa mengatakan bahwa ia
akan membinasakan semua orang jahat dengan banjir besar.
·
Perkawinan
dari Air bah sampai Yesus
Nuh dan dua putranya hanya memiliki satu istri tetapi setelah air bah.
Bamyal pria memiliki lebih dari satu istri. Dibanyak kebudayaan, kebejatan
seksual sudah umum dilakukan masyarakat bahkan menjadi tradisi agama. Ketika
Abraham dan Sara pindah ke Kanaan, mereka tinggal di lingkungan orang-orang
yang sangat amoral dan tidak menghormati pernikahan. Akhirnya Yehuwa
menghancurkan kota Sodom dan Ghomora
karena masyarakatnya sangat amoral tersebut. Abraham memastikan anaknya
ishak menikahi wanita yang menyembah Yehuwa, ishak juga berbuat yang sama
terhadap yakub,putranya. Belakangan putra-putra Yakub menjadi nenek moyang dari
beberapa suku di israel.
Belakangan Yehuwa membuat perjanjian dengan bangsa israel,ia memberi
HUKUM MUSA untuk melindungi suami istri misalnya hukum perkawinan tentang
poligami. Denngan tujuan agar ibadat mereka bersih, orang israel tidak boleh
menikah dengan yang tidak seiman.


0 Komentar