SEJARAH PERNIKAHAN MENURUT ALKITAB

Recent Posts

SEJARAH PERNIKAHAN MENURUT ALKITAB



  Allah menciptakan manusia pertama yakni Adam dan memintanya untuk memberi nama bintang-bintang. Dari sinilah Adam melihat dan memperhatikan bahwa semua bintang dilangit memiliki pasangan, “tetapi manusia tidak ditemukan penolong sebagai pelengkap hidupnya”. Maka Allah membuat Adam tertidur nyenyak, mengambil tulang rusuknya dan menciptakan wanita. Jadi, perkawinan adalah karunia dari Yehuwa.
    Ribuan tahun kemudian, Yesus mengulangi apa yang Yehuwa katakan di taman Eden “seorang pria akan meninggalakan bapak dan ibunya dan akan berpaut pada istrinya,dan keduanya akan menjadi satu daging”
    Karena Allah mengambil tulang rusuk Adam dan menciptakan wanita pertama, pasangan itu pasti akan menyadari bahwa hubungan mereka sangat dekat. Yehuwa tidak pernah menginginkan perceraian dan tidak menginginkan dari salah satu memiliki pasangan hidup lebih dari satu dalam waktu yang bersamaan.
·         Perkawinan dari zaman Adam sampai Air bah
      Sebelum Adam dan Hawa meninggal mereka memiliki anak. Lalu putra sulungnya bernama kain menikahi wanita yang kerabat dengannya. Lamekh, keturunan dari kain adalah pria pertama yang di sebut dalam Alkitab yang punya dua istri. Alkitab mengatakan bahwa pada zaman nuh “putra-putra dari Allah yang benar mulai memperhatikan bahwa anak-anak perempuan dari wanita itu elok parasnya, lalu mereka memilih istri-istri semua sesuai dengan yang mereka pilih”. Tetapi perbuatan yang tidak wajar, mereka menghasilkan keturunan yang jahat dan bertubuh raksasa, yang di sebut nefilim. Yehuwa mengatakan bahwa ia akan membinasakan semua orang jahat dengan banjir besar.
·         Perkawinan dari Air bah sampai Yesus
    Nuh dan dua putranya hanya memiliki satu istri tetapi setelah air bah. Bamyal pria memiliki lebih dari satu istri. Dibanyak kebudayaan, kebejatan seksual sudah umum dilakukan masyarakat bahkan menjadi tradisi agama. Ketika Abraham dan Sara pindah ke Kanaan, mereka tinggal di lingkungan orang-orang yang sangat amoral dan tidak menghormati pernikahan. Akhirnya Yehuwa menghancurkan kota Sodom dan Ghomora  karena masyarakatnya sangat amoral tersebut. Abraham memastikan anaknya ishak menikahi wanita yang menyembah Yehuwa, ishak juga berbuat yang sama terhadap yakub,putranya. Belakangan putra-putra Yakub menjadi nenek moyang dari beberapa suku di israel.
     Belakangan Yehuwa membuat perjanjian dengan bangsa israel,ia memberi HUKUM MUSA untuk melindungi suami istri misalnya hukum perkawinan tentang poligami. Denngan tujuan agar ibadat mereka bersih, orang israel tidak boleh menikah dengan yang tidak seiman.

Posting Komentar

0 Komentar

close
REKOMENDASI BARANG MURAH