BAB II
PEMBAHASAN
Equation of Time
Equation of Time atau apabila diterjemahkan menjadi “Perata Waktu”, yaitu selisih waktu antara waktu matahari hakiki dengan waktu matahari rata-rata (pertengahan).
Waktu matahari hakiki adalah waktu yang didasarkan kepada pergerakan bumi pada sumbunya yang sehari semalam dengan waktu yang tidak tentu 24 jam, terkadang kurang dari 24 jam dan terkadang lebih dari 24 jam. Dikarenakan orbit peredaran bumi mengelilingi matahari berbentuk ellips, sedangkan matahari berada pada salah satu titik ditengah orbit.
Sehingga saat bumi perada pada posisi Perehelium (dekat matahari) yang berakibat pada gaya gravitasi yang menjadi kuat, sehingga perputaran bumi menjadi cepat, dan berakibat sehari semalam kurang dari 24 jam. Begitu pula sebaliknya, apabila pada posisi Aphelium (jauh matahari), maka akan terjadi kebalikan dari Perehelium, dan sehari semalam akan lebih dari 24 jam.
Waktu Pertengahan
Karena ketidakpastian waktu jika didasarkan kepada pergerakan matahari(waktu hakiki), maka diperlukan waktu yang bisa digunakan sebagai acuan untuk memudahkan kita, dengan cara menentukan rata-rata dari waktu hakiki dalam satu hari, dengan lama sehari semalam 24 jam, itu yang dinamakan dengan Waktu Pertengahan.
Lebih ilmiahnya waktu ini didasarkan kepada pergerakan matahari hayalan yang bisa ditetapkan sebuah waktu dengan rentan yang sama setiap harinya. Serta berdasarkan pada orbit bumi berbentuk lingkarang bukan ellips.
Local Mean Time(Waktu Setempat)
Waktu setempat adalah waktu pertengahan menurut bujur tempat di suatu tempat, sehingga semakin banyak bujur tempat di permukaan bumi, maka semakin banyak pula waktu pertengahan didapatkan. Sebagai contoh jam 15 waktu pertengahan di Semarang berbeda dengan jam 15 waktu pertengahan di Jakarta dan berbeda pula dibujur yang berbeda.
Sebagai contoh lainnya yaitu apabila ada orang dari Malang, Semarang, Bandung, dan Jakarta. Meraka sepakat bahwa akan login game pada jam 12 waktu pertengahan, tentunya mereka tidak bisa login diwaktu yang bersamaan, karena mereka memiliki bujur yang berbeda. Sehingga harus disatukan kembali dengan jam yang lebih universal, yaitu dengan adanya waktu daerah, yang didasarkan pada satu wilayah bujur tempat tertentu. Sehingga bisa didapatkan satu waktu yang sama dalam setiap wilah bujur tempat.
Greenwich Mean Time(GMT)
Rata-rata waktu matahari jika diamati dari Royal Greenwich Observatory, yang terletak pada Geenwich, London, Inggris, melalui konvensi dikenal terletak di 0 derajat garis bujur. Secara teori, waktu pertengahan hari GMT adalah saat dimana matahari melewai Meridian Greenwich (dan mencapai titik tertinggi di langit Greenwich). Bahkan tak jarang perbedaan mencapai 16 menit dari waktu Matahari nyata. Namun tengah hari Greenwich diambil rata-ratanya sepanjang tahun, dengan menggunakan waktu Matahari.
Universal Time
Universal Time merupakan pengembangan dari GMT. GMT sering secara keliru dianggap sebagai kesamaan dari UTC. Sebenarnya, GMT yang dulu telah dibagi dua, menjadi UTC dan UT1. Real time
Sebelum diperkenalkannya standar waktu, setiap kota menyetel waktunya sesuai dengan posisi matahari di tempat masing-masing. Sistem ini bekerja dengan baik sampai diperkenalkannya kereta api, yang memungkinkan untuk berpergian dengan cepat namun memerlukan seseorang untuk terus-menerus mencocokan jamnya dengan waktu lokal yang berbeda-beda dari satu kota ke kota lain. Standard waktu, dimana semua jam di dalam satu daerah menggunakan waktu yang sama, dibuat untuk memecahkan masalah perbedaan waktu seperti dalam perjalanan kereta api di atas.
Standar waktu membagi-bagi bumi kedalam sejumlah "zona waktu", masing-masing melingkupi (dalam teorinya) paling sedikit 15 derajat. Semua jam di dalam zona waktu ini disetel sama dengan jam lainnya, tetapi berbeda sebanyak satu jam dari jam-jam di zona waktu yang bertetanggaan. Waktu lokal di Royal Greenwich Observatory di Greenwich, Inggris, dipilih sebagai standard di Konferensi Meridian Internasional tahun 1884, yang memicu penyebaran pemakaian Greenwich Mean Time untuk menyetel jam di dalam suatu daerah. Lokasi ini dipilih karena sampai tahun 1884, dua pertiga dari semua peta dan bagan menggunakannya sebagai meridian utama (prime meridian).
Rumus-Rumus.
Equation of Time
Equation of Time = Waktu Hakiki – Waktu Pertengahan
Waktu Pertengahan
Waktu Pertengahan = Waktu Hakiki – Equation of Time
Local Mean Time
Local Mine Time = Waktu Pertengahan – ((Bujur Tempat – Bujur Daerah) : 15 + Equation of Time)
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Pada prinsipnya perintah untuk mengetahui waktu seperti waktu terbitnya matahari, waktu tergelincirnya matahari, waktu terbenamnya matahari, waktu ijtima’ dan lain-lain itu tidak ada hukumnya. Namun apabila dikaitkan dengan aspek ibadah, seperti shalat, puasa, zakat dan haji, maka hukumnya menjadi wajib karena pelaksanaan ibadah tersebut tidak akan dapat terlaksana dengan sempurna manakala tidak mengetahui waktunya masing-masing. Hal ini sesuai dengan kaidah fiqh, mengatakan bahwa مالايتم الواجب الابه فهوواجب “sesuatu yang wajib tidak akan sempurna kecuali dengannya, sesuatu itu hukumnya adalah wajib pula” Berdasarkan nash al-Qur’an dan Hadits tidak dijelaskan secara tegas dan gamblang mengenai batasan-batasan waktu, hanya dikemukakan bahwa waktu itu penting, sebagai bagian dari kehidupan manusia dalam beribadah kepada Allah swt. Dari pemikiran itu, pengetahuan tentang seluk beluk waktu menjadi hal yang sangat penting untuk diketahui dan dipahami. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis tergerak hati untuk menjelaskan tentang waktu terkait dengan equation of time, mean time, universal time/green wich mean time dan local mean time, karena semua itu sangat terkait dengan aspek ibadah yang meliputi penentuan waktu shalat, puasa, zakat dan haji.
RIMISAN MASALAH
Apa itu equation of time?
Apa itu waktu pertengahan?
Apa itu local mean time?
Apa itu Greenwich mean time?
Apa itu universal time?
BAB III
OENUTUP
KESIMPULAN
Equation of Time adalah selisih waktu antara waktu matahari hakiki dengan waktu matahari rata-rata. Waktu pertengahan, yakni waktu ini didasarkan kepada pergerakan matahari hayalan yang bisa ditetapkan sebuah waktu dengan rentan yang sama setiap harinya. Local mean time adalah waktu pertengahan menurut bujur tempat di suatu tempat, sehingga semakin banyak bujur tempat di permukaan bumi, maka semakin banyak pula waktu pertengahan didapatkan.. Waktu pertengahan hari GMT adalah saat dimana matahari melewai Meridian Greenwich (dan mencapai titik tertinggi di langit Greenwich).. untuk universal time itu sendiri merupakan pengembangan dari GMT.
SARAN
Dengan terbentuknya makalah ini, kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun bagi pembaca agar mampu memahami dan mempelajari mengenai equation of time, mean waktu, local mean time, mean tim, universal timr
EQUATION OF TIME, WAKTU PERTENGAHAN, UNIVERSAL TIME, DAN LOCAL TIME
Makalah
Disusun guna memenuhi tugas
Mata kuliah : Astronomi Bola
Dosen Pengampu : Nur Hidayatullah,SHI,MH
Disusun Oleh :
Adillah Safiy Nuha (1702046022)
Asror Midkhal (1702046023)
FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2019
DAFTAR PUSTAKA
Muhyiddin Khazin, Ilmu Falak dalam Teori dan Praktik, Yogyakarta: Buana Pustaka, 2004
Id.wikipedia.org/wiki/Waktu_Greenwich, 16 Oktober 2019 pukul. 22.10
PEMBAHASAN
Equation of Time
Equation of Time atau apabila diterjemahkan menjadi “Perata Waktu”, yaitu selisih waktu antara waktu matahari hakiki dengan waktu matahari rata-rata (pertengahan).
Waktu matahari hakiki adalah waktu yang didasarkan kepada pergerakan bumi pada sumbunya yang sehari semalam dengan waktu yang tidak tentu 24 jam, terkadang kurang dari 24 jam dan terkadang lebih dari 24 jam. Dikarenakan orbit peredaran bumi mengelilingi matahari berbentuk ellips, sedangkan matahari berada pada salah satu titik ditengah orbit.
Sehingga saat bumi perada pada posisi Perehelium (dekat matahari) yang berakibat pada gaya gravitasi yang menjadi kuat, sehingga perputaran bumi menjadi cepat, dan berakibat sehari semalam kurang dari 24 jam. Begitu pula sebaliknya, apabila pada posisi Aphelium (jauh matahari), maka akan terjadi kebalikan dari Perehelium, dan sehari semalam akan lebih dari 24 jam.
Waktu Pertengahan
Karena ketidakpastian waktu jika didasarkan kepada pergerakan matahari(waktu hakiki), maka diperlukan waktu yang bisa digunakan sebagai acuan untuk memudahkan kita, dengan cara menentukan rata-rata dari waktu hakiki dalam satu hari, dengan lama sehari semalam 24 jam, itu yang dinamakan dengan Waktu Pertengahan.
Lebih ilmiahnya waktu ini didasarkan kepada pergerakan matahari hayalan yang bisa ditetapkan sebuah waktu dengan rentan yang sama setiap harinya. Serta berdasarkan pada orbit bumi berbentuk lingkarang bukan ellips.
Local Mean Time(Waktu Setempat)
Waktu setempat adalah waktu pertengahan menurut bujur tempat di suatu tempat, sehingga semakin banyak bujur tempat di permukaan bumi, maka semakin banyak pula waktu pertengahan didapatkan. Sebagai contoh jam 15 waktu pertengahan di Semarang berbeda dengan jam 15 waktu pertengahan di Jakarta dan berbeda pula dibujur yang berbeda.
Sebagai contoh lainnya yaitu apabila ada orang dari Malang, Semarang, Bandung, dan Jakarta. Meraka sepakat bahwa akan login game pada jam 12 waktu pertengahan, tentunya mereka tidak bisa login diwaktu yang bersamaan, karena mereka memiliki bujur yang berbeda. Sehingga harus disatukan kembali dengan jam yang lebih universal, yaitu dengan adanya waktu daerah, yang didasarkan pada satu wilayah bujur tempat tertentu. Sehingga bisa didapatkan satu waktu yang sama dalam setiap wilah bujur tempat.
Greenwich Mean Time(GMT)
Rata-rata waktu matahari jika diamati dari Royal Greenwich Observatory, yang terletak pada Geenwich, London, Inggris, melalui konvensi dikenal terletak di 0 derajat garis bujur. Secara teori, waktu pertengahan hari GMT adalah saat dimana matahari melewai Meridian Greenwich (dan mencapai titik tertinggi di langit Greenwich). Bahkan tak jarang perbedaan mencapai 16 menit dari waktu Matahari nyata. Namun tengah hari Greenwich diambil rata-ratanya sepanjang tahun, dengan menggunakan waktu Matahari.
Universal Time
Universal Time merupakan pengembangan dari GMT. GMT sering secara keliru dianggap sebagai kesamaan dari UTC. Sebenarnya, GMT yang dulu telah dibagi dua, menjadi UTC dan UT1. Real time
Sebelum diperkenalkannya standar waktu, setiap kota menyetel waktunya sesuai dengan posisi matahari di tempat masing-masing. Sistem ini bekerja dengan baik sampai diperkenalkannya kereta api, yang memungkinkan untuk berpergian dengan cepat namun memerlukan seseorang untuk terus-menerus mencocokan jamnya dengan waktu lokal yang berbeda-beda dari satu kota ke kota lain. Standard waktu, dimana semua jam di dalam satu daerah menggunakan waktu yang sama, dibuat untuk memecahkan masalah perbedaan waktu seperti dalam perjalanan kereta api di atas.
Standar waktu membagi-bagi bumi kedalam sejumlah "zona waktu", masing-masing melingkupi (dalam teorinya) paling sedikit 15 derajat. Semua jam di dalam zona waktu ini disetel sama dengan jam lainnya, tetapi berbeda sebanyak satu jam dari jam-jam di zona waktu yang bertetanggaan. Waktu lokal di Royal Greenwich Observatory di Greenwich, Inggris, dipilih sebagai standard di Konferensi Meridian Internasional tahun 1884, yang memicu penyebaran pemakaian Greenwich Mean Time untuk menyetel jam di dalam suatu daerah. Lokasi ini dipilih karena sampai tahun 1884, dua pertiga dari semua peta dan bagan menggunakannya sebagai meridian utama (prime meridian).
Rumus-Rumus.
Equation of Time
Equation of Time = Waktu Hakiki – Waktu Pertengahan
Waktu Pertengahan
Waktu Pertengahan = Waktu Hakiki – Equation of Time
Local Mean Time
Local Mine Time = Waktu Pertengahan – ((Bujur Tempat – Bujur Daerah) : 15 + Equation of Time)
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Pada prinsipnya perintah untuk mengetahui waktu seperti waktu terbitnya matahari, waktu tergelincirnya matahari, waktu terbenamnya matahari, waktu ijtima’ dan lain-lain itu tidak ada hukumnya. Namun apabila dikaitkan dengan aspek ibadah, seperti shalat, puasa, zakat dan haji, maka hukumnya menjadi wajib karena pelaksanaan ibadah tersebut tidak akan dapat terlaksana dengan sempurna manakala tidak mengetahui waktunya masing-masing. Hal ini sesuai dengan kaidah fiqh, mengatakan bahwa مالايتم الواجب الابه فهوواجب “sesuatu yang wajib tidak akan sempurna kecuali dengannya, sesuatu itu hukumnya adalah wajib pula” Berdasarkan nash al-Qur’an dan Hadits tidak dijelaskan secara tegas dan gamblang mengenai batasan-batasan waktu, hanya dikemukakan bahwa waktu itu penting, sebagai bagian dari kehidupan manusia dalam beribadah kepada Allah swt. Dari pemikiran itu, pengetahuan tentang seluk beluk waktu menjadi hal yang sangat penting untuk diketahui dan dipahami. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis tergerak hati untuk menjelaskan tentang waktu terkait dengan equation of time, mean time, universal time/green wich mean time dan local mean time, karena semua itu sangat terkait dengan aspek ibadah yang meliputi penentuan waktu shalat, puasa, zakat dan haji.
RIMISAN MASALAH
Apa itu equation of time?
Apa itu waktu pertengahan?
Apa itu local mean time?
Apa itu Greenwich mean time?
Apa itu universal time?
BAB III
OENUTUP
KESIMPULAN
Equation of Time adalah selisih waktu antara waktu matahari hakiki dengan waktu matahari rata-rata. Waktu pertengahan, yakni waktu ini didasarkan kepada pergerakan matahari hayalan yang bisa ditetapkan sebuah waktu dengan rentan yang sama setiap harinya. Local mean time adalah waktu pertengahan menurut bujur tempat di suatu tempat, sehingga semakin banyak bujur tempat di permukaan bumi, maka semakin banyak pula waktu pertengahan didapatkan.. Waktu pertengahan hari GMT adalah saat dimana matahari melewai Meridian Greenwich (dan mencapai titik tertinggi di langit Greenwich).. untuk universal time itu sendiri merupakan pengembangan dari GMT.
SARAN
Dengan terbentuknya makalah ini, kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun bagi pembaca agar mampu memahami dan mempelajari mengenai equation of time, mean waktu, local mean time, mean tim, universal timr
EQUATION OF TIME, WAKTU PERTENGAHAN, UNIVERSAL TIME, DAN LOCAL TIME
Makalah
Disusun guna memenuhi tugas
Mata kuliah : Astronomi Bola
Dosen Pengampu : Nur Hidayatullah,SHI,MH
Disusun Oleh :
Adillah Safiy Nuha (1702046022)
Asror Midkhal (1702046023)
FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2019
DAFTAR PUSTAKA
Muhyiddin Khazin, Ilmu Falak dalam Teori dan Praktik, Yogyakarta: Buana Pustaka, 2004
Id.wikipedia.org/wiki/Waktu_Greenwich, 16 Oktober 2019 pukul. 22.10



0 Komentar